Prabumulih Akan Dibangun Lapas Terbesar di Indonesia

WASPADA NEWS

PRABUMULIH-Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sumsel, Dr H Sudirman D Hury SH MM MSc meninjau langsung kelapangan yang berada di Desa Tanjung Telang Kecamatan Prabumulih Barat kota Prabumulih, Rabu (24/07/2019).

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) telah merencanakan dalam waktu dekat akan mendirikan sebuah lembaga binaan berupa Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) minimum security di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel).

Sudirman mengatakan, rencana pembangunan ini sebelumnya telah digagas Dirjen PAS bersama-sama dengan pihak Pemkot Prabumulih. Diketahui, pembangunan lapas ini salah satu merupakan lapas terbesar di Indonesia.

“Dirjen Pemasyarakatan juga sebelumnya telah kita undang ke Palembang bersama-sama pak wali kota Ir H Ridho Yahya untuk membicarakan hal-hal yang sifatnya teknis. Jadi, untuk saat ini kita tinggal menunggu realisasinya saja,” ujar Sudirman.

Masih kata Sudirman, Dimana sebelumnya Pemkot Prabumulih akan menghibahkan lahan lebih kurang seluas 15 hektar lebih yang diperuntukkan untuk membantu program pemerintah dalam menanggulangi over kapasitas seluruh lapas dan rutan khususnya di wilayah Sumsel ini.

“Kedepannya masalah lapas dan rutan yang melebihi kapasitas dapat ditanggulangi dan disertai dengan perubahan tata kelola fungsi pemasyarakatan”, Harapnya.

Sedangkan Sekretaris Daerah (Sekda) Elman ST MM menyatakan siap bahwa pihak dari Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih telah menyiapkan lahan kurang lebih seluas 10 sampai 20 Hektar untuk pembangunan Lapas Terbuka dan Lapas Minimum Security di Kota Prabumulih.

“Untuk penyerahan berkas hibah lahan ini juga kita akan siapkan dalam waktu satu minggu kedepan,” kata Sekda.

Menurut Kepala Rutan kota Prabumulih Reza Mediansyah Purnama Amd IP SH sudah semestinya rutan kita di tambah, Mengingat sering nya ada Napi (Nara Pidana) yang di titipkan dari wilayah lain.

“Kita sering di titipkan Napi dari Polsek yang berada di luar kota Prabumulih, kadang sampai satu hingga dua bulan, selagi kita bisa dan aman boleh saja”, Pungkasnya.(Angkasa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *