Lebih dari Sekadar Pasar Murah: Upaya Pemkot Prabumulih Merajut Kedekatan dan Menjaga Stabilitas Pangan
PRABUMULIH – Gurat senyum lega terpancar dari wajah-wajah warga Kelurahan Patih Galung, Kecamatan Prabumulih Barat, pada Senin pagi (25/05/2026). Di tengah bayang-bayang fluktuasi harga kebutuhan pokok yang kerap menjepit daya beli, kehadiran Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemerintah Kota Prabumulih seolah menjadi oase di tengah terik siang.
Program yang dinakhodai oleh Dinas Ketahanan Pangan Kota Prabumulih ini tidak sekadar bertindak sebagai tempat transaksi jual beli alternatif. Lebih dari itu, acara ini bertransformasi menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi dan merajut komunikasi dua arah yang hangat antara jajaran struktural pemerintah kota dengan masyarakat akar rumput.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Prabumulih, Titing, SP, mengutarakan bahwa kehadiran negara secara langsung di tengah masyarakat adalah sebuah kewajiban moral, terutama saat stabilitas ekonomi rumah tangga warga sedang diuji oleh dinamika pasar.
“Melalui Gerakan Pangan Murah ini, kami ingin memastikan bahwa intervensi pemerintah hadir secara nyata di meja makan masyarakat. Kami memotong jalur distribusi panjang dengan mendatangkan langsung beras SPHP dan minyak goreng dari Perum Bulog Cabang Lahat, serta komoditas hortikultura seperti cabai dan duo bawang langsung ke hadapan warga, tentu dengan harga yang sangat bersahabat bagi kantong mereka,” tutur Titing, SP penuh empati.
Sinergitas lintas sektor pun terlihat kental dalam acara ini. Berbagai OPD, mulai dari Badan Kesbangpol, Dinas Perikanan, Dinas Pertanian, hingga Diskominfo, tampak melebur bersama aparat terdepan seperti Camat, Lurah, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan tanpa hambatan.
Ketua TP PKK Kota Prabumulih, Hj. Linda Arlan, yang dikenal dekat dengan masyarakat, hadir tidak hanya sebagai undangan seremonial, melainkan sebagai sosok Ibu yang mengayomi. Dalam arahannya, beliau menitipkan harapan besar agar esensi dari kegiatan ini dapat diserap seutuhnya oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Kegiatan ini diselenggarakan dari kita dan untuk kita semua. Selain membantu pemenuhan kebutuhan pokok harian dengan biaya yang lebih ringan, momentum ini harus kita jadikan sarana untuk mempererat hubungan emosional antara Pemerintah Kota Prabumulih dan seluruh masyarakat, serta memperkuat sinergi antarinstansi dalam menjaga ketahanan pangan daerah kita,” urai Hj. Linda Arlan dengan nada optimis.
Namun, ada hal menarik yang membedakan kegiatan pasar murah ini dengan kegiatan serupa di tempat lain. Hj. Linda Arlan secara visioner mengaitkan masalah ketahanan pangan dengan ketahanan keamanan lingkungan. Di akhir sambutannya, ia melempar ajakan hangat namun tegas kepada seluruh warga yang hadir untuk kembali menghidupkan dan meningkatkan keaktifan pos keamanan lingkungan (Poskamling).
Bagi Pemkot Prabumulih, perut yang kenyang berkat pangan yang murah harus berjalan selaras dengan rasa aman saat tidur di malam hari. Kegiatan pun resmi dibuka dengan untaian doa, membawa harapan besar agar berkah pangan murah ini menular menjadi kesejahteraan yang berkelanjutan bagi seluruh warga Kota Prabumulih.(dth)

