8.000 Nasabah Jadi Motor Gerakan Lingkungan Prabumulih, 85 Unit Bank Sampah Terima Reward

PRABUMULIH – Komitmen menjadikan Prabumulih sebagai kota yang bersih dan ramah lingkungan terus diperkuat. Pemerintah Kota Prabumulih melalui Bank Sampah Prabumulih (BSP) menggelar Pertemuan dan Pembagian Reward Unit Bank Sampah Induk Kota Prabumulih di Gedung Kesenian Rumah Dinas Wali Kota Prabumulih.

Kegiatan ini menjadi ajang apresiasi sekaligus penguatan komitmen bagi 85 unit/teras bank sampah dengan total sekitar 8.000 nasabah aktif yang selama ini konsisten mendukung gerakan pengurangan dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Suasana acara berlangsung hangat dan penuh semangat. Para pengelola bank sampah dari berbagai kelurahan hadir membawa cerita keberhasilan masing-masing unit dalam mengedukasi warga, memilah sampah dari rumah tangga, hingga mengubah sampah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi.

Wali Kota Prabumulih, H. Arlan, melalui Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Prabumulih Drs. Mulyadi Musa, M.Si., menegaskan bahwa bank sampah memiliki peran strategis dalam menekan volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Bank sampah bukan hanya soal mengumpulkan sampah, tetapi membangun kesadaran. Sampah yang dulu dianggap tidak berguna kini memiliki nilai ekonomi. Ini langkah nyata mewujudkan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan,” ujarnya.(12/2/26)

Ia menambahkan, gerakan bank sampah juga menjadi bagian penting dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat. Edukasi memilah sampah dari sumbernya dinilai efektif dalam membangun budaya peduli lingkungan sejak dari rumah.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3, Meta Asprianto, SE, mengajak seluruh unit untuk terus berinovasi dan memperkuat tata kelola organisasi. Menurutnya, manajemen yang baik akan membuat unit bank sampah semakin profesional, mandiri, dan berdampak luas.

“Ke depan, kita ingin bank sampah tidak hanya aktif mengumpulkan, tetapi juga kreatif dalam pengolahan dan pemasaran hasil daur ulang. Potensinya sangat besar jika dikelola secara optimal,” ungkapnya.

Pemberian reward ini bukan sekadar penghargaan simbolis. Lebih dari itu, menjadi bentuk motivasi agar seluruh Unit Bank Sampah terus meningkatkan kinerja, memperluas jangkauan pelayanan, serta menghadirkan inovasi baru dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Selain seremoni penghargaan, kegiatan ini juga menjadi momentum evaluasi dan penguatan koordinasi antar unit. Diskusi dan berbagi pengalaman antar pengelola diharapkan mampu memperkuat sinergi dalam mendukung program kebersihan dan pelestarian lingkungan di Kota Prabumulih.

Dengan dukungan pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat, gerakan bank sampah di Prabumulih diharapkan terus berkembang, menjadikan sampah bukan lagi masalah, melainkan peluang menuju kota yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.(dth)