Sambut Kelahiran Sang Buah Hati, Anggi Persiapkan JKN KIS

PRABUMULIH, WN – Banyak cara yang dilakukan orang tua untuk menyambut kelahiran buah hati nya kedunia. Salah satunya Anggi Perkasa (31) warga asal Kota Prabumulih ini menyiapkan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Anggi mengaku merasa senang, bersyukur dan menyampaikan terima kasih kepada pemerintah karena ia dan istrinya sudah menjadi peserta program JKN-KIS segmen Penerima Bantuan Iuran APBN (PBI APBN).

“Saya merasa tenang karena sudah menjadi peserta JKN KIS. Insha allah istri saya akan melahirkan anak pertama kami yang diperkirakan lahir pada bulan Juli 2021 ini. Program JKN-KIS yang akan menjamin biaya persalianan saya nanti,” kata Anggi kepada Tim Jamkesnews (16/03/2021).

Anggi begitu sapaannya adalah seorang wartawan di Kota Prabumulih, ia mengaku sangat beruntung mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat yang menjadikannya peserta JKN-KIS segmen peserta PBI APBN. Bagi Anggi, memiliki kartu JKN-KIS yang dibagikan oleh pemerintah pusat ini membuat dirinya serta istri merasa tenang dalam mempersiapkan kelahiran buah hati pertamanya.

“Saya merasa aman dan tenang ketika saya telah menjadi peserta Program JKN-KIS. Rasa aman dan tenang yang saya rasakan, bukan karena saya mendambakan sakit kemudian gratis, tetapi karena saya tahu bahwa ketika saya sakit atau membutuhkan layanan kesehatan lainnya, ada jaminan kesehatan yang telah melindungi saya dan keluarga, ada negara yang hadir bagi saya melalui Program JKN-KIS, dan ada seluruh warga negara Indonesia yang siap bergotong-royong untuk saya dan peserta lainnya yang membutuhkan pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Sebagaimana di atur dalam Pasal 16 Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan, bayi baru lahir dari Peserta JKN-KIS wajib didaftarkan kepada BPJS Kesehatan paling lama 28 (dua puluh delapan) hari sejak dilahirkan. Jika pun bayi baru lahir membutuhkan layanan kesehatan, maka orangtua yang sudah terdaftar sebagai Peserta JKN-KIS dapat segera mendaftarkan bayi tersebut dengan menunjukkan Surat Keterangan Lahir (SKL) yang diterbitkan oleh bidan ataupun rumah sakit yang menangani kelahiran bayi.

Anggi berharap agar Program JKN-KIS terus dikembangkan. Menurutnya program tersebut merupakan salah satu program pemerintah yang sangat membantu masyarakat.

“Kepada seluruh peserta JKN-KIS lainnya untuk terus mendukung Program JKN-KIS dengan cara membayar iuran secara rutin dan tepat waktu. Sehingga program tersebut dapat terus berjalan dengan baik dan dapat terus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” imbuhnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *