Kejari Muara Enim Cokok Oknum PPK dan Kontraktor asal Prabumulih

MUARAENIM, WN – Dua orang tersangka kasus tindak pidana korupsi APBD Induk, Proyek Jalan Tahun 2019 Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Muara Enim resmi ditahan Kejaksaan Negeri (Kajari) Kab. Muara Enim, Sumsel, Kamis, (18/2/2021).

Kajari Muara Enim Mernawati SH di dampingi Kasi Intel Yulius Dasa Putra SH MH dan Kasi Pidsus M Alvin SH MH membenarkan penahanan kedua tersangka tersebut, berdasarkan surat penetapan penahanan nomor B32 L615 FD102 2021 tanggal 18 Februari 2021.

Dalam surat tersebut menetapkan 3 tersangka penyalahgunaan wewenang yakni atas nama HSB selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUPR Muara Enim, AS selaku pelaksana lapangan dan AB selaku vendor pemenang proyek jalan CV.ADIMART dari Prabumulih.

“Hari ini baru 2 orang kita lakukan penahanan, 1 orang atas nama AB mangkir dari panggilan kita karena berhalangan, dan akan kita lakukan upaya pemanggilan kembali, apabila masih mangkir akan kita upaya jemput paksa,” ujarnya Kejari Mernawati saat jumpa pers.

Selanjutnya, Mernawati menerangkan penetapan 3 tersangka tersebut merupakan hasil penyelidikan Tim Pidsus Kejaksaan Negeri Muara Enim, atas laporan masyarakat terhadap penyalahgunaan wewenang dan Mark Up salah satu proyek di Dinas PUPR yang pengerjaannya di Desa Harapan Jaya, Kecamatan Muara Enim pada APBD Kabupaten Muara Enim senilai Rp. 984.311.500, 00 pada tahun 2019.

Dan dari penyelidikan tersebut, setelah dilakukan perhitungan oleh tim Kejaksaan Negeri Muara Enim terdapat selisih volume sebesar 253.07 m3 dengan jumlah kerugian negara senilai Rp.418 juta.

“Untuk Pasal yang kita kenakan yakni pasal 2 dan pasal 3 UU Tipikor dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” jelasnya. (her/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *