Sebelum Ada Izin Warga Minta Megaproyek Pembangunan PLTU Jangan Beroperasi

WASPADA NEWS

MUARA ENIM – Adanya pembangun PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) terbesar di Sumatera yang terletak di Desa Pagar Dewa Kecamatan Lubai Ulu Kabupaten Muara Enim menjadi keluhan warga sekitar lokasi.

Pasalnya, sepanjang jalan Desa Sumber Mulia yang dilalui kendaraan besar pengangkut bahan material untuk pembuatan PLTU untuk menuju lokasi itu menjadi rusak.

Menurut informasi yang didapat, megaproyek pembangunan PLTU yang dibangun di lahan seluas 58 hektar itu sudah berjalan selama satu tahun, meskipun belum ada izin nya.

Bayu yang sebagai tokoh masyarakat setempat mengatakan, proyek pembangunan PLTU tersebut tidak ada surat izin dan ingin mengajukan tuntutan kepada Kontraktor Pelaksana dan Sub Kontraktor PT PLN pembanguna Gardu Induk Tegangan Tinggi (Gitet) 500/275 KV yang berlokasi di Desa Pagar Dewa tersebut.

“Mereka (Kontraktor,red) tidak bisa menunjukan surat izin dalam pembangunan PLTU tersebut, dan kami menuntut masalah jalan berikut jembatan yang rusak, juga warga kami diikut sertakan dalam pembangunan PLTU tersebut,” ujarnya kepada portal ini, Jumat (03/07/2020).

Perusahaan dengan Pemerintah telah beberapa kali melakukan pertemuan terkait keluhan warga dan hasilnya pihak perusahaan bersedia memperbaiki jalan dan tidak akan beroperasi sebelum ada izin namun justru dikangkangi.

Sementara itu Camat Lubai Ulu, Wien Warma Putra membenarkan atas adanya protes warga nya tersebut yang mengeluhkan rusak nya jalan didesa mereka yang dilalui kendaraan besar pengangkut material dan menyetop pembangunan.

“Pembangunan PLTU tersebut sudah setahun belakangan ini, yang memang tidak bisa menunjukan surat izin, oleh karna itu warga meminta stop dahulu pembangunan megaproyek tersebut,” pungkas Camat Lubai Ulu. (Angkasa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *