Wali Kota Prabumulih Launching Program Olahan Ikan untuk Cegah Stunting
Prabumulih – Wali Kota Prabumulih, H. Arlan, menghadiri dan meresmikan Launching Program Pemberian Makanan Olahan Ikan sebagai salah satu upaya strategis dalam pencegahan stunting di Kota Prabumulih. Kegiatan ini diprakarsai oleh Dinas Perikanan Kota Prabumulih dan berlangsung di Aula Gedung Serbaguna Sukaraja, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Prabumulih Selatan.
Turut hadir mendampingi dalam kegiatan ini, Sekretaris Daerah Kota Prabumulih, H. Elman, S.T., M.M., bersama jajaran pejabat dan tokoh penting lainnya, seperti Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Mulyadi Karoman, S.Pd., M.Si., Ketua TP PKK Hj. Linda Apriana Arlan, Staf Ahli TP PKK Nuning Mulya Franky, serta perwakilan dari Kejaksaan Negeri, Polsek Prabumulih Selatan, Dinas Pendidikan, Camat Prabumulih Selatan, dan Lurah Sukaraja.
Dalam sambutannya, Wali Kota menekankan pentingnya ikan sebagai sumber protein hewani yang bernutrisi tinggi, terutama bagi anak-anak usia dini dan balita, guna mendukung tumbuh kembang mereka secara optimal.
“Saya mengajak masyarakat membiasakan konsumsi ikan sejak dini. Ikan mengandung gizi penting untuk pertumbuhan otak dan tubuh anak. Dengan gemar makan ikan, kita bisa mencegah stunting dan mencetak generasi Prabumulih yang sehat, kuat, dan cerdas,” tegas H. Arlan.(04/06/2025)
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN) sebagai gerakan bersama, bukan sekadar program pemerintah.
“GEMARIKAN harus menjadi budaya yang dimulai dari rumah. Jangan menunggu instruksi, karena ini adalah tanggung jawab kita bersama demi masa depan anak-anak Prabumulih,” tambahnya. Melalui kegiatan ini, Pemkot Prabumulih juga menekankan perlunya sinergi lintas sektor, mulai dari lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, hingga para pemangku kepentingan, untuk aktif menyosialisasikan manfaat konsumsi ikan dan membudayakannya dalam kehidupan sehari-hari.
Program pemberian makanan olahan ikan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menurunkan angka stunting secara signifikan, sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui pola konsumsi pangan yang bergizi dan berkelanjutan.(dth)

