Apresiasi Rekomendasi LKPJ 2024, Bupati Harapkan Dukungan DPRD Wujudkan Muara Enim Bebas Truk Batubara

MUARA ENIM, WASPADANEWS.COM — Bupati Muara Enim, H. Edison, S.H., M.Hum., menyampaikan apresiasi atas catatan strategis, saran, koreksi, dan rekomendasi yang diberikan DPRD Kabupaten Muara Enim dalam Rapat Paripurna Penetapan dan Penyampaian Keputusan DPRD terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun Anggaran 2024.

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Deddy Arianto, S.Pd., di Ruang Rapat Paripurna DPRD Muara Enim, (08/05/2025).

Dalam sambutannya, Bupati Edison menekankan pentingnya dukungan legislatif dalam mewujudkan Kabupaten Muara Enim yang bebas dari angkutan truk batubara di jalan umum, sebagai bagian dari upaya peningkatan kenyamanan dan keselamatan masyarakat.

“Kami sangat menghargai setiap masukan yang diberikan DPRD. Catatan strategis ini akan menjadi acuan penting dalam perbaikan kinerja pemerintah daerah ke depan, terutama dalam mewujudkan visi Muara Enim Bangkit Rakyat Sejahtera (MEMBARA),” ujar Bupati Edison.

Ia juga menyoroti salah satu langkah konkret yang akan diambil pemerintah, yaitu tidak memperpanjang izin dispensasi bagi PT. Duta Bara Utama (PT. DBU) untuk menggunakan jalan umum dalam kecamatan Muara Enim, yang akan berakhir pada 30 April 2025.

“Kita harus tegas. Demi kepentingan masyarakat luas, izin jalan hauling PT. DBU tidak akan diperpanjang setelah tanggal tersebut. Saya mengajak DPRD dan semua pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendorong realisasi jalan alternatif khusus angkutan batubara,” tegasnya.

Bupati juga menyebutkan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor, termasuk Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Pemerintah Kabupaten Lahat, pemilik tambang, transportir, dan penyedia jasa angkutan.

Sementara itu, Ketua DPRD Muara Enim, Deddy Arianto, menyatakan dukungan pihak legislatif terhadap kebijakan tersebut.

“Kami mendukung penuh langkah Bupati. Pembangunan jalan khusus angkutan batubara harus menjadi prioritas bersama, agar kenyamanan dan keselamatan masyarakat dapat lebih terjamin,” kata Deddy.

Langkah ini diharapkan menjadi awal transformasi tata kelola transportasi batubara di Muara Enim yang lebih tertib, aman, dan berkelanjutan. (*)

Laporan: Yogie Yolanda