Harga Pupuk Urea Subsidi di Aceh Tenggara Melambung Petani Setempat Mengeluh

ACEH TENGGARA, WASPADANEWS.COM – Tingginya harga pupuk urea bersubsidi di kabupaten Aceh Tenggara (Agara), membuat para petani setempat meradang. Pasalnya selain pupuk urea susah didapat petani harga penebusan di kios-kios penjual pupuk sangat melambung. Karena harganya melebihi Harga Eceran Tertinggi (Het). Informasi yang didapat bahwa tingginya harga penebusan pupuk urea subsidi oleh petani melalui kelompok tani terjadi hampir di seluruh kecamatan di kabupaten Aceh Tenggara, seperti di kios pengecer kecamatan Bambel, Lawe Sumur, Bukit Tusam, Simpang Semadam, Lawe Sigala -gala. Harganya mencapai Rp 150.000 (seratus lima puluh ribu per) per zak.

Sepertinya persoalan pupuk bersubsidi di Aceh Tenggara (Agara) tak kunjung usai, disamping sulitnya untuk mendapat pupuk urea kami para juga dikasih jatah tidak sesuai dengan rekap lahan yang tertera di dokumen kebutuhan defenitif kelompok (rdkk). Pupuk yang kami terima dari kios pengecer hanya satu zak setiap bulan. Kami menduga ini merupakan permainan terselubung para distributor dan kios. Jatah yang kami terima tidak sesuai dengan kebutuhan lahan. Ujar Usman kepada di Kutacane Sabtu (15/7/23).

Karena menurut mereka para petani, harga penebusan petani mendapatkan pupuk diduga harga eceran di tingkat kios menembus Rp 150-170 ribu per zak berat 50 kilogram, padahal sesuai dengan harga yang sudah ditentukan oleh pemerintah Harga Eceran Tertinggi (HET) hanya Rp112.500 per zak.

Menanggapi hal itu, ketua DPD Lsm Pemantau Kinerja Aparatur Negara (Penjara), Pajri Gegoh Selian, menyesakan ulah oknum distributor dan kios pengecer yang nakal. Karena sudah menjual pupuk urea subsidi melebihi Harga Eceran Tertinggi. Sehingga petani kita sangat dirugikan.

Terkait mahalnya harga pupuk urea subsidi di kabupaten Aceh Tenggara saat ini hendak aparat penegak hukum janganlah tutup mata. Serta secepatnya kita dorong untuk mengambil tindakan tegas terhadap para distributor dan kios pengecer yang nakal itu. Ya kita meminta Aparat Penegak Hukum (APH) agar serius dan menindak tegas para pemain di balik mahal nya harga penebusan pupuk saat ini. Dengan mahalnya harga penebusan itu pasti ada pihak yang mengambil keuntungan secara pribadi maupun kelompok dan golongan tertentu. Sedangkan yang menjadi korban tetap para petani. Terang Gegoh Selian

“Kami juga dari DPD Lsm PENJARA Provinsi Aceh mendukung langkah pihak kepolisian atau APH tetap secepatnya untuk mengusut tuntas guna memberantas mapia pupuk ini, serta jangan ada tebang pilih,” sambung Pajri Gegoh.

Dia menjabarkan bahwa kouta pupuk urea subsidi untuk tahun 2023 pemerintah sudah menyiapkan sebanyak 4,64 juta ton, dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp2.250 per kilogram atau Rp2,25 juta per ton, jauh lebih murah dari rata-rata harga global 4 Mei 2023.

Kemudian Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor : 10 Tahun 2022, tentang Tata Cara Alokasi dan HET Tertinggi Pupuk Bersudsidi di Sektor Pertanian dan dijelaskan juga di pasal 14, bahwa pihak pengecer resmi wajib menyalurkan pupuk bersubsidi sesuai dengan HET.

Namun, meskipun ketentuan HET yang sudah diundangkan diduga masih banyak para pihak kios pengecer dalam menyalurkan pupuk bersubsidi di Agara di atas harga HET, maka patut ada atensi dari pihak APH dalam mengusut tuntas persoalan pupuk bersudsidi yang telah merugikan petani.

Sementara itu, belum lama ini, Kadis Deprindag Agara, Rahmad Fadli saat dikonfirmasi terkait melambung nya harga penebusan pupuk urea subsidi kepada Waspadanews mengatakan dimana kios pengecer yang menjual pupuk melebihi Harga Eceran Tertinggi tolong kasih tau ke kami.

Sebab sebagai dinas terkait kami juga tidak serta merta rutin melakukan pengawasan. Jadi kalau ada informasi kios yang menjual pupuk tidak sesuai Het, bisa melaporkan ke kami dan kalau terbukti kita akan tindak sesuai ketentuan. Karena ada mekanisme nya dalam menjalankan pengawasan dan gak bisa juga setiap tiap hari kami turun ke lokasi kios pupuk,” singkatnya. (*)

Laporan: Hidayat

Tinggalkan Balasan