Pilkades Serentak Diharapkap Patuhi Protokol Kesehatan

PALI, WN – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten PALI, A Gani Akhmad menegaskan kepada panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak serta calon kepala desa (Cakades) untuk mematuhi protokol kesehatan (prokes) covid-19 dalam setiap tahapan pelaksanaan Pilkades.

Hal itu dikatakan A. Gani saat menyampaikan laporan terkait sosialisasi Pilkades serentak, Kamis (29/07/2021) bertempat di ruang Rapat Setda PALI.

“Saat ini, kabupaten PALI sedang berada di level 3 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Jangan sampai naik ke level 4. Karena apabila naik ke level 4 PPKM, terpaksa Pilkades serentak ditunda. Oleh karena itulah, setiap tahapan Pilkades harus mematuhi prokes pencegahan covid-19,” jelasnya.

Dikatakannya, Pilkades yang digelar merupakan gelaran yang ketiga di Bumi Serepat Serasan secara serentak, dan dijadwalkan akan digelar 27 Oktober 2021 mendatang.

“Total ada 12 desa yang akan menggelar Pilkades, seperti kecamatan Talang Ubi, yakni desa Sinar Dewa dan desa Benakat Minyak, kecamatan Tanah Abang yakni desa Raja dan desa Sukaraja, kecamatan Abab, yakni desa Betung Barat,” terang A. Gani.

“Selain itu, di kecamatan Penukal Utara ada empat desa, antara lain desa Tambak, desa Kotabaru, desa Karang Tanding dan desa Sukarami. Serta di kecamatan Penukal, desa Raja Jaya, desa Purun, dan desa Spantan Jaya,” tambahnya.

Kegiatan sosialisasi Pilkades Serentak, Kamis (29/7/2021) dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati PALI, Drs. H. Soemarjono, serta dihadiri Forkopimda kabupaten PALI, Kapolres PALI, AKBP Rizal Agus Triadi, SIk, Dandim 0404 Muara Enim PALI, Ketua KPU PALI, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta para camat se-kabupaten PALI dan panitia Pilkades di 12 desa yang akan menggelar Pilkades.

Sementara itu, Wakil Bupati PALI Drs. H. Soemarjono mengatakan bahwa Pilkades tidak hanya sebagai menyalurkan aspirasi masyarakat, akan tetapi Pilkades merupakan instrumen dalam memilih pemimpin dari, oleh dan untuk masyarakat.

“Sehingga, pada pelaksanaannya nanti, calon kades harus memiliki kesadaran demokrasi. Menang dan kalah itu biasa, karena dalam pertarungan, tidak ada yang menang semua, pun sebaliknya tidak ada yang kalah semua,” kata politisi partai Golongan Karya itu dalam sambutannya.

Ia berpesan kepada calon kades, untuk berfikir seperti Khalifah Umar bin Khattab. “Ia menangis saat ditunjuk menjadi khalifah, karena beban dan tanggungjawab yang besar menanti di depan mata. Dan jangan pernah memikirkan ADD dan DD yang besar,” kata Wabup.

“Kepada panitia Pilkades, saya berpesan untuj berlaku adil dan profesional serta menghindari sekecil apapun potensi keributan. Dan yang pastinya, bekerjalah clean dan clear sesuai aturan yang berlaku,” tutupnya. (*)

Laporan: Yefran

Tinggalkan Balasan