15 ribu Orang di Muara Enim Sudah Divaksin Sinovac

MUARA ENIM, WN – Dari target 440 ribu orang masyarakat di kabupaten Muaraenim yang menjadi sasaran Vaksin Covid 19, sejauh ini baru sekitar 15 ribu orang yang sudah melaksanakan vaksinasi.

Hal ini dibenarkan oleh Plt.Kadinkes Muaraenim, Selamat Oku Asmana saat dikonfirmasi, Kamis(15/04/2021).

“Untuk tahap II ini, vaksinasi yang diberikan ini khusus bagi orang-orang yang bekerja di pelayanan publik diantaranya Guru,TNI,Polri dan Wartawan,”katanya.

Sejauh ini lanjutnya, dari 440 ribu orang yang menjadi target vaksinasi, sejauh ini baru terealisasi sebanyak 15 ribu orang dengan jenis vaksin yang diberikan adalah sinovac.

“Persentase tersebut dikarenakan adanya keterbatasan vaksin yang ada,namun kita berharap nanti semua masyarakat bisa segera di vaksin,”katanya.

Sementara itu, Pelaksana Jabatan (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Muaraenim, Drs Emran Tabrani MSi, mengatakan edukasi vaksinasi harus gencar dilaksanakan mulai dari tingkat Kabupaten, Kecamatan hingga Desa.

“Saya meminta kerjasama dari seluruh pihak terkait utamanya Tim Gugus Tugas termasuk Kecamatan dan unsur Desa untuk memberikan pemahaman ataupun keyakinan kepada masyarakat agar tidak takut di vaksin Covid-19,”katanya.

Diakuinya saat ini masih banyak penghalang program vaksinasi seperti masyarakat takut jarum suntik, takut efek samping, ada penyakit bawaan, usia lanjut, serta masih bertanya-tanya kehalalan dari vaksin tersebut termasuk pemahaman terhadap New Normal dan OTG (Orang tanpa gejala). 

“Itulah yang harus kita lakukan di lapangan baik dari Tripika, Camat, Lurah sampai ke tingkat RT sehingga masyarakat kita dapat memahami dan memiliki keyakinan kalau  vaksin Covid-19 itu halal dan aman,” katanya.

Ia juga meminta Satgas tetap sosialisasikan kepada masyarakat mengenai kondisi yang belum sepenuhnya normal.

“Kebanyakan orang berpikir, kita sudah  kembali normal seperti biasanya sebelum masa covid-19 terjadi, padahal belum normal dan wajib menerapkan 5M dalam kehidupan sehari-hari,”terang Sekda.

Lalu kepada Sat Pol-PP, Sekda juga memerintahkan khususnya di Kecamatan Lawang Kidul harus mengambil sikap tegas untuk mendatangi ke setiap perusahaan utamanya untuk para tamu yang datang ke perusahaan tersebut agar melakukan SWAB test, dan menunjukan hasil SWAB test tersebut. 

“Jadi tidak seenaknya keluar masuk, tolong buatkan surat sehingga penyebaran Covid-19 utamanya di Kecamatan Lawang Kidul yang masih dalam zona merah dapat ditekan penyebarannya,” tegas Emran. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *