Fitur Skrining Riwayat Kesehatan Mobile JKN Mempermudah Peserta JKN-KIS

PRABUMULIH, WN – Skrining riwayat kesehatan yang disediakan BPJS Kesehatan melalui Mobile JKN bermanfaat untuk mengetahui potensi risiko terhadap empat penyakit yaitu diabetes melitus, hipertensi, ginjal kronik dan jantung koroner.

Hal ini sangat diperlukan mengingat kebanyakan masyarakat baru sadar mereka mengidap penyakit tersebut ketika sudah mencapai fase lanjut.

Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengelola risiko penyakit-penyakit kronis tersebut sejak dini, BPJS Kesehatan pun mengimbau peserta JKN-KIS untuk melakukan skrining kesehatan satu kali dalam setahun.

“Sebagai peserta JKN-KIS, saya dapat melakukan skrining riwayat kesehatan melalui fitur skrining riwayat kesehatan yang terdapat di aplikasi Mobile JKN. Mengisi skrining kesehatan itu sangat mudah, apalagi sekarang sudah ada di aplikasi Mobile JKN,” ungkap salah satu peserta JKN-KIS, Aisyah (23).

Setelah mengunduh aplikasi Mobile JKN dan log in, peserta mengisi data diri seperti nomor kartu JKN-KIS serta data diri lainnya. Setelah itu peserta dipersilahkan untuk menjawab soal-soal yang terdiri atas kebiasaan dan aktivitas sehari-hari, penyakit yang pernah diderita, riwayat penyakit dalam keluarga peserta, dan pola makan peserta. Apabila semua pertanyaan tersebut telah dijawab, maka peserta akan memperoleh hasil skrining riwayat kesehatan pada saat itu pula.

Jika hasilnya adalah risiko rendah maka peserta JKN-KIS akan diingatkan untuk tetap menjaga pola hidup sehat dan melakukan latihan fisik rutin minimal 30 menit/hari. Namun apabila hasilnya adalah resiko sedang atau tinggi maka peserta akan diimbau untuk berkonsultasi ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) untuk mendapatkan penjelasan terhadap hasil skrining riwayat kesehatan dan melakukan tes gula darah bila diperlukan.

“Menjaga pola hidup sehat, berolahraga secara rutin, istirahat yang cukup dan jangan lupa untuk tidak stres. Karena orang sering tidak menyadari bahwa menghindari untuk tidak stres juga tergolong bagian dari memperhatikan kesehatan. Bagi setiap orang dewasa menderita saat-saat stres bagi pikiran bukanlah sesuatu yang jarang terjadi dan tentu pemicunya yaitu sesuatu yang terjadi kepada dirinya. Bisa soal pekerjaan, kebutuhan ekonomi dan lain sebagainya,” tutur Aisyah. (*)

Tinggalkan Balasan